Perkembangan Bioskop di Dunia

Bioskop atau cinema hall merupakan sebuah gedung yang berisi auditorial untuk menonton film sebagai hiburan.

Sebagian besar bioskop sendiri merupakan teater komersial yang melayani masyarakat dengan menjual tiket pertunjukkan.

Namun, beberapa bioskop juga dikelola oleh organisasi nirlaba yang mengenakan biaya keanggotaan untuki menonton film.

Film dalam bioskop diproyeksikan dengan poryektor film ke layar proyeksi besar di depan auditorium. Sedangkan dialog pada film, suara, dan m7usik diputar melalui sejumlah speaker yang dipasang di dinding ruang bioskop.

Istilah bioskop melibatkan kata film yang merupakan bentuk dari gambar bergerak dalam pengertian sinematografi.

Sementara teater berasal dari kata Perancis kuno yang artinya tempat terbuka di zaman kuno untuk melihat tontonan dan drama.

Seiring berkembangnya waktu, pada tahun 1570 an dalam bahasa Inggris, makna teater berganti menjadi sebuah bangunan tempat pertunjukkan dipentaskan.

Dalam buku The Magazine of Science and School of Arts Volume 4 (1843) karya William Brittain, dalam tradisi panjang teater, teater film merupakan wadah yang bisa menampung segala jenis hiburan.

Beberapa bentuk hiburan teater melibatkan pemutaran gambar bergerak dan dapat dianggap sebagai pendahulu film.

Awalnya pertunjukkan di lakukan di tempat-tempat yang sudah tidak terpakai. Pada 1799, Étienne-Gaspard Robert memindahkan pertunjukan Phantasmagorie-nya ke biara yang ditinggalkan di dekat Place Vendôme di Paris. Lingkungan menakutkan, dengan kuburan dan reruntuhan.

Kemudian di tahun 1833, The Royal Polytechnic Institution di London menjadi tempat populer danberpengaruh untuk semua jenis pertunjukkan.

Di mana teater tersebut dapat menampung 500 kursi dengan lentera ajaib yang bisa menampilkan gambaran konser, pantomin, atau bentuk teater lainnya ke sebuah layar yang besar.

Kemudian teater film banyak dikenal oleh semua orang, setelah Le Chat Noir salah satu tempat hiburan di Paris memberikan pertunjukan bayangan pada tahun 1881.

Pemutaran film untuk publik pertama kali dilakukan di teater. Di mana teater yang dipilih adalah yang dapat digelapkan dan mampu menampung penonton dengan nyaman.

Teater Berlin Wintergarten adalah tempat pertunjukan film pertama Skladanowsky bersaudara dari tanggal 1 hingga 31 November 1895.

Selain itu, Émile Reynaud memutar film animasi Pantomimes Lumineus dari 28 Oktober 1892 hingga Maret 1900 di Musée Grévin di Paris, dengan sistem Theatre Optique miliknya.

Dia memberikan lebih dari 12.800 pertunjukan dengan total lebih dari 500.000 pengunjung, dengan program termasuk Pauvre Pierrot dan Autour d’une cabine.

Max Skladanowsky dan saudaranya Emil mendemonstrasikan film mereka dengan Bioskop pada bulan Juli 1895 di Gasthaus Sello di Pankow (Berlin). Sejak 1918, tempat tersebut dimanfaatkan sebagai bioskop penuh-waktu.

Pemutaran film komersial pertama oleh Skladanowsky bersaudara berlangsung di Wintergarten di Berlin dari tanggal 1 hingga 31 November 1895.

Sementara itu, Pemutaran film komersial dan publik pertama yang dibuat dengan Louis dan Auguste Lumière’s Cinématographe berlangsung di ruang bawah tanah Salon Indien du Grand Café di Paris pada 28 Desember 1895.

Di Amerika Serikat, banyak teater kecil dan sederhana yang didirikan. Biasanya di etalase yang diubah. Kemudian untuk yang ingin menonton akan dikenakan biaya lima sen untuk satu tiket.

Hal ini lalu dikenal sebagai nickelodeon. Jenis teater ini berkembang dari sekitar 1905 hingga sekitar 1915. The Korsor Biograf Teater, di Korsør, Denmark, dibuka pada Agustus 1908 dan merupakan bioskop tertua yang diketahui masih beroperasi terus menerus.

Itulah bagaimana sejarah awal dari perkembangan bioskop. Semoga bermanfaat.

Anda mungkin juga suka...