Perbedaan Seni Peran Teater dan Seni Peran Drama

Biasanya, masyarakat seringkali tak bisa menjelaskan perbedaan antara seni teater dan drama. Atau kebanyakan bahkan tidak tahu perbedaan antar keduanya.

Hal ini dikarenakan kebanyakan orang hanya akan berpaku pada pertunjukkan spektakuler di atas panggung atau cerita yang disuguhkan tanpa melihat perbedaan antar keduanya.

1.Teater

Teater

Secara estimologi, teater merupakan gedung pertunjukan atau auditorium. Istilah teater di definisikan dalam arti luas adalah sebagai kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan di atas pentas dengan media yaitu percakapan, gerak, dan laku didasarkan pada naskah yang tertulis ol.eh dekor, music, nyanyian, tarian dan sebagainya.

Sedangkan secara bahasa atau dalam artian yang lebih sempit, teater berarti segala tontonan yang dipertunjukkan di depan banyak orang.

Cerita yang ditampilkan pada teater diambil berdasarkan pemilihan naskah dan penggarapan yang terstruktur. Teater juga menampilkan narasi atau cerita yang merupakan proses dari pemahaman publik.

Teater hanya dilaksanakan pada pementasan saja. Di atas panggung, dengan dekorasi tertentu yang disesuaikan dengan naskah.

Teater memerlukan pengucapan vocal yang sangat kuat, sebab penampilan dilakukan di atas panggung dan vocal harus terdengar hingga penonton di barisan yang paling belakang.

Pada teater, emosi yang dikeluarkan oleh lakon atau pemeran haruslah dengan perasaan yang ekstrem. Karena penampilan dilakukan di atas panggung dan perasaan harus terlihat hingga penonton di barisan yang paling belakang.

Pada teater, make up atau tata rias wajah para pemeran haruslah sangat mencolok karena sekali lagi, teater ditampilkan di atas panggung dengan lighting. Ekspresi yang ditonjolkan make up ini haruslah terlihat kuat dan jelas sampai ke ujung panggung.

Dalam teater, cerita atau penampilan harus ditampilkan terus-menerus tanpa jeda sampai ceritanya selesai dan harus dilakukan tanpa kesalahan. Karena cerita yang disuguhkan ditampilkan secara langsung.

Teater lebih ke jenis tradisional dan modern. Teater tradisional adalah sebuah seni pertunjukkan yang muncul pada masing-masing daerah dan berhubungan dengan adat istiadat setempat serta kehidupan sosial masyarakat tersebut.

Sedangkan teater modern adalah suatu bentuk perkembangan dari seni teater tradisional yang telah dimodifikasi sedemikian rupa sesuai dengan ilmu drama bangsa barat.

2.Drama

Drama

Menurut Tim Matrix Media Literata, drama adalah bentuk narasi yang menggambarkan kehidupan dan alam manusia melalui perilaku (akting) yang dipentaskan.

Drama berasal dari bahasa Yunani yaitu “draomai” yang berarti berbuat, berlaku atau bertindak. Dapat disimpulkan bahwa drama adalah sebuah kisah yang dinarasikan dan diceritakan melalui sebuah pertunjukkan gerak dan seni peran di atas panggung.

Cerita drama menampilkan cerita berdasarkan kehidupan sehari-hari (seperti yang biasa kita lihat pada cerita sinetron atau film).

Drama dapat dilakukan atau ditampilkan dimana saja, umumnya tempat yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari seperti Rumah Sakit, Sekolah, Stasiun Kereta Api, dll.

Drama tidak memerlukan pengucapan vocal yang kuat karena didukung oleh teknologi lain seperi microphone dan speaker.

Pada drama, emosi yang dikeluarkan oleh lakon tidak lah harus terlalu kuat, sebab diperkuat oleh alat-alat seperti kamera dengan berbagai teknik pengambilan gambar.

Pada drama, make up para pemeran tidak harus terlalu mencolok. Pada drama dapat melakukan adegan berkali-kali, karena drama dapat direkam oleh kamera. enis-jenis drama sendiri sangat banyak macamnya, seperti drama romance, horror, dll.

Pada akhirnya drama sering disebut-sebut sama dengan teater karena drama yang biasa ditayangkan ditelevisi seperti layaknya sinetron juga dapat dibuat sebuah pertunjukkan langsung di atas panggung layaknya teater. Mungkin hal tersebut yang membingungkan para pemirsanya.

Anda mungkin juga suka...