Dasar-Dasar dan 5 Cara Pembuatan Film

Film yang baik tentu saja memiliki cara pembuatan yang baik dan juga sesuai dengan kaidah. Proses pembuatan film seringkali disebut sebagai filmmaking.

Film making melibatkan beberapa tahap antara lain ide, naskah, casting, shooting, editing, dan screening sebelum film dirilis secara besar-besaran.

Proses ini dilakukan di banyak tempat di seluruh dunia dengan berbagai konteks ekonomi, sosial, politik, dan menggunakan teknologi dan teknik yang sistematik.

Dasar dan Cara Membuat Film

Dasar dan Cara Membuat Film

Cara pembuatan film yang satu dengan lain pada dasarnya sama. Hanya saja tantangan untuk mewujudkan step by step pembuatannya saja yang agak sulit.

Nah, untuk kalian yang ingin mencoba membuat film sendiri, yuk coba untuk memahami dasar-dasar cara membuat film berikut.

1.Menentukan Ide Cerita

Menentukan Ide Cerita

Buatlah sebuah ide cerita untuk filmmu. Tentukan terlebih dahulu genre film yang ingin kalian buat. Drama, horror, action, atau genre lain.

Usahakan untuk menciptakan ide cerita yang tidak pasaran. Kalau kamu ingin mengangkat cerita yang sudah umum, kemaslah dengan unik.

Selain itu, cobalah untuk menentukan tema cerita yang familiar dengan masyarakat karena biasanya masyarakat suka menonton film yang kisahnya mirip dengan mereka.

2.Tentukan Sasaran Penonton

Tentukan Sasaran Penonton

Setelah menentukan ide cerita dan tema, tentukan juga film ini ingin ditunjukan untuk siapa. Apakah anak-anak, remaja, atau dewasa? Menentukan segmentasi penonton akan mempermudah kita membuat alur cerita yang menarik.

3.Membuat Sinopsis Film & Tulis Skenario

Membuat Sinopsis Film & Tulis Skenario

Synopsis merupakan komponen yang harus ada dalam sebuah film. Semua film memerlukan synopsis, tak terkecuali film documenter.

Tulislah synopsis yang ringkas, padat, jelas, dan tepat sasaran dengan konflik yang jelas serta ending yang bisa memberikan kejutan bagi penonton.

Setelah membuat synopsis singkat, langkah selanjutnya adalah menulis scenario. Scenario ini bisa kalian tulis sendiri atau meminta orang lain (yang kompeten) untuk menuliskannya.

Scenario harus ditulis secara detail dan rinci. Dimana scene akan diambil (apakah diluar atau di dalam ruangan), bagaimana ekspresi dan gerak gerik para pemain, serta penjelasan di lokasi mana mereka akan mengambil gambar.

4.Siapkan Alat-Alat Teknis dan Budget

Siapkan Alat-Alat Teknis dan Budget

Tentukan story board (alat perencanaan yang menggambarkan urutan kejadian berupa kumpulan gambar dalam sketsa sederhana), tentukan lokasi yang sesuai dengan scenario.

Lalu siapkan kru, lampu, kamera, setting, property, kostum, make up team, dan sebagainya. Setelah menentukan semua alat teknis dan pemain yang diinginkan, maka kita harus membuat anggaran agar tak melebihi budget yang sudah ditentukan.

Jika anggaran melebihi budget mungkin kalian bisa menyiasati dengan “sewa” entah itu kostum, property, atau alat sehingga biaya tak terlalu bengkak.

5.Syuting dan Editing

Syuting dan Editing

Setelah persiapan siap dan izin untuk pembuatan film sudah turun, maka kaloian sudah bisa memulai proses syuting sesuai dengan scenario yang ada.

Jika proses syuting telah selesai maka langkah selanjutnya adalah mengedit film berdasarkan urutan scene dalam scenario.

Setelah itu kalian bisa mereview hasil film yang sudah ada kemudian melakukan revisi jika ada scene yang jelek dan tidak sesuai dengan scenario.

Scene tersebut bisa kalian buang atau ganti dengan yang baru. Setelah semua proses selesai, saatnya kalian mempromosikan film yang kalian buat di berbagai media.

Itulah tahapan dan cara untuk memulai membuat film. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan membantu kalian terutama untuk kalian yang ingin membuat sebuah film.


Anda mungkin juga suka...